hak sewa atas tanah

Hak Sewa atas Tanah

Hak sewa atas tanah adalah hak yang diberikan dari pemilik tanah ke penyewa dalam jangka waktu tertentu. Tanah hak milik dapat dipergunakan sendiri oleh pemiliknya untuk keperluan mendirikan bangunan dan atau keperluan pertanian, perikanan, peternakan, atau perkebunan. Tanah hak milik dapat dipergunakan oleh orang lain atas persetujuan dari pemiliknya untuk keperluan mendirikan bangunan melalui pemberian hak, atau sewa menyewa. Tanah hak milik yang tidak ada bangunan di atasnya dapat disewakan untuk jangka tertentu oleh pemiliknya kepada pihak lain guna mendirikan bangunan. Hak atas tanah yang lahir dari penyewaan tanah hak milik adalah hak sewa untuk
bangunan. Asal tanah hak sewa untuk bangunan adalah hak milik.

Baca Berita Terkait :   Surat Keterangan Pengalihan Hak Atas Tanah

Hak sewa atas tanah memiliki ciri-ciri:

  • Bersifat pribadi, dalam arti tidak dapat dialihkan tanpa ijin pemiliknya;
  • Dapat diperjanjikan, hubungan sewa putus bila penyewa meninggal dunia;
  • Tidak terputus bila hak milik dialihkan;
  • Tidak dapat dijadikan jaminan hutang dengan dibebani hak tanggungan;
  • Dapat dilepaskan;
  • Tidak perlu didaftarkan, cukup dengan perjanjian yang dituangkan di atas akta otentik atau akta bawah tangan.

Perjanjian sewa tanah yang dimaksudkan dalam pasal ini tidak boleh disertai syarat-syarat yang mengandung unsur-unsur pemerasan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *