Pengenalan Arsitektur Lanskap

Arsitektur Lanskap, yaitu ilmu Arsitektur yang fokus pada penataan lanskap, bukan sekedar bangunan. Secara bahasa, Arsitektur lanskap adalah bidang ilmu (science) dan seni (art) yang mempelajari pengaturan ruang dan massa di alam terbuka, dengan mengkombinasikan elemen-elemen lanskap alami ataupun buatan manusia, baik secara horizontal maupun vertikal, dengan segenap kegiatannya, agar tercipta karya lingkungan yang secara fungsional berguna dan secara estetika tetap indah.

Menurut wikipedia, Arsitektur lanskap atau seni taman adalah ilmu yang mempelajari tentang seni, perencanaan, perancangan, manajemen, perawatan, dan perbaikan tanah dan perancangan konstruksi buatan-manusia skala besar. Ruang lingkup dari profesi ini termasuk desain arsitektural, perencanaan lokasi, pengembangan estate, restorasi lingkungan, perencanaan kota, perencanaan taman dan rekreasi, perencanaan regional, perencanaan ruang, dan perawatan sejarah.

Arsitek lanskap dianggap merupakan sebuah profesi yang setara dengan dokter dan pengacara, karena mereka membutuhkan pengajaran khusus dan lisensi profesional, seperti yang dibutuhkan oleh pekerja profesional lainnya.

Istilah Arsitektur Lanskap pertama kali diperkenalkan oleh Frederik Law Olmsted pada tahun 1858 di Amerika, setelah dia bersama Calvert Vaux menghasilkan karya Central Park, New York. Sejak itu Olmsted menyebut dirinya sebagai Landscape Architect (sebelumnya dikenal sebagai Rural Embellisher). Contoh aplikasi ilmu dari Arsitektur Lanskap yang mungkin sudah biasa terdengar adalah perencanaan ruang terbuka hijau (RTH), manajemen kawasan konservasi hutan alam, konservasi kawasan mangrove, dan taman-taman lingkungan. Arsitektur Lanskap itu menata suatu lanskap yang ukurannya tergantung luasan yang akan dikaji. Lanskap yang dibahas dalam ilmu ini dapat berupa luasan mikro, meso hingga makro. Contoh dari lanskap mikro adalah pekarangan rumah, lanskap meso contohnya taman-taman lingkungan, dan lanskap makro contohnya adalah hutan kota dan taman nasional.

Di era saat ini, dimana semakin marak terjadi perubahan struktur lahan terbuka (hijau) menjadi area terbangun, Arsitektur Lanskap dituntut untuk lebih berkontribusi dalam membangun lingkungan pemukiman-pemukiman dan perkotaan yang tetap ramah bagi ekosistem sekitarnya. Dalam penerapannya, Arsitektur Lanskap berkiblat pada ilmu ekologi, yang mengutamakan keseimbangan hidup antar seluruh makhluk hidup yang ada di muka bumi. Dalam hal ini, Arsitektur Lanskap ada sebagai suatu ilmu yang dapat menyelaraskan kehidupan manusia dengan alam, sehingga keduanya bisa terus hidup seimbang dan saling menguntungkan.

Jika dikaji lebih dalam, maka aspek dari keilmuan Arsitektur Lanskap dapat menjadi ilmu terapan yang lebih spesifik lagi, terutama dalam aspek cakupan kawasannya. Contoh pengembangan dari ilmu Arsitektur Lanskap:

Streetscape, yaitu lanskap/pemandangan di sepanjang koridor jalan, jalan yang alami dengan jalur hijaunya, contohnya adalah high way, median jalan, traffic island.
Cityscape, yaitu lanskap di kawasan kota yang didominasi oleh area terbangun.
Ruralscape, yaitu lanskap di daerah pedesaan di mana lanskap alami dan lanskap pertanian merupakan pemandangan dominan.


Seseorang yang berprofesi dengan ilmu Arsitektur Lanskap seringkali dikenal sebagai seorang Arsitek Lanskap. Sertifikasi profesi Arsitek Lanskap diberlakukan mulai 1 April2002 dan dikeluarkan oleh Badan SertifikasiKeahlian Arsitektur Lanskap (BSKAL).Adapun yang dikerjakannya dapat berupa suatu perencanaan, desain, ataupun rencana pengelolaan (management) suatu lanskap, baik dalam cakupan mikro hingga makro, baik dalam kawasan perkotaan maupun perdesaan.

Perencanaan Lanskap (Landscape Planning)

Perencanaan Lanskap, yaitu tahap sistematik dimana seorang arsitek lanskap menyesuaikan dengan keinginan-keinginan manusia; mengkreasikan suatu lingkungan yang baik untuk kehidupan manusia: “a better environment, a better way of life”. Perencanaan Lanskap merupakan awalan penting untuk membuat suatu lahan bisa tekontrol pemanfaatannya dalam jangka panjang. Hal ini dikarenakan perencanaan lanskap terdiri dari tahap inventarisasi, dan dilanjut dengan analisis mengenai faktor-faktor yang dapat mempengaruhi keberlanjutan dari tataguna lahan saat ini dan berujung pada master plan yang sesuai dengan karakter lanskapnya.

Perancangan Lanskap (Landscape Design)

Perancangan Lanskap merupakan tahapan lanjutan dari perencanaan lanskap yang dapat menghasilkan beberapa produk, baik dalam bentuk 2 dimensi maupun 3 dimensi. Adapun produk desain dalam bentuk dua dimensi dapat berupa presentasi gambar detil dalam skala tapak: denah, desain penanaman (planting desain), tampak depan, tampak samping, tampak burung, perspektif, hingga gambar potongan. Sedangkan untuk produk 3 dimensi dapat berupa maket. Hasil perancangan ini, baik 2 dimensi dan juga 3 dimensi dapat disajikan dalam bentuk softfile maupun hardfile.

Pengelolaan Lanskap (Landscape Management)

Pengelolaan Lanskap yaitu tahap dimana seorang arsitek lanskap membuat penyusunan tujuan pengelolaan, perencanaan pelaksanaan pengelolaan, pelaksanaan pemeliharaan, dan juga pemantauan pelaksanaan dan perencanaan ulang bila diperlukan. Ada dua macam pengelolaan yang harus diperhatikan, yaitu pengelolaan ideal dan pengelolaan fisik. Pengelolaan ideal adalah pengelolaan yang dilakukan agar suatu lanskap dapat terus berfungsi sebagaimana awal lanskap itu dibuat. Sedangkan pengelolaan fisik adalah pengelolaan yang dilakukan agar setiap elemen (benda) yang ada dalam suatu lanskap dapat terus tampil prima dan baik, contohnya adalah pemangkasan rumput, perbaikan lampu taman, pemupukan, pengairan tanaman, dan lain-lain.

Berbagai bidang keprofesionalan dalam arsitektur lanskap cukup luas, namun beberapa yang sering dilakukan yaitu:

  • Perencanaan dalam bentuk model berskala
  • Desain infrastruktur dan fasilitas sipil
  • Pembangunan berkelanjutan
  • Manajemen limpasan air hujan
  • Desain kampus dan institusi pendidikan publik
  • Taman, kebun raya, arboretum, jalur hijau, dan taman nasional
  • Fasilitas rekreasi
  • Kawasan perumahan, industri, dan komersial
  • Struktur penyangga transportasi, jembatan, jalan raya, dan sebagainya
  • Desain urban
  • Daerah tujuan wisata alam dan sejarah
  • Reservoir air
  • Penilaian kualitas lingkungan dan lanskap
  • Pengembangan kawasan tepi pantai
  • Desain ekologis

sumber:

https://www.kompasiana.com/azkaazra/54f72bcca33311ea6a8b46bf/sekilas-tentang-arsitektur-lanskap

https://id.wikipedia.org/wiki/Arsitektur_lanskap

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *